CQ WPX CONTEST 2016 REVIEW AND ANALYSIS

Go to English Version

 

YE1ZAT telah menyelesaikan 3 DX Contest pada tahun 2016 yang kesemuanya adalah CQ WPX Contest. Diawali dengan CQ WPX RTTY di awal tahun, kemudian CQ WPX SSB di bulan Maret 2016, dan CQ WPX CW di akhir Mei 2016. Ketiga contest tersebut diikuti oleh YE1ZAT dengan kategori Multi-One Low Power.

Dari ketiganya, YE1ZAT masih memegang rekor Oceania untuk skor tertinggi yang kebetulan semuanya dibuat pada tahun 2015.

Di tahun 2016 ini, dengan pindahnya lokasi contest station dari yang sebelumnya di Gunung Malang, ke Grin Area Tambun, akan menarik tentunya untuk diamati apakah pencapaian yang sama bisa diperoleh tim di station yang baru tersebut. Berangkat dari kondisi ini, tim sepakat untuk tetap menggunakan kategori yang sama dengan target untuk memperbaiki rekor sendiri sekaligus menciptakan rekor oceania yang baru.

CQ WPX RTTY 2016

Skor akhir untuk kontes ini telah dipublikasikan. Dan seperti yang telah diprediksi sebelumnya, akhirnya YE1ZAT pada tahun 2016 berhasil memperbaiki rekor sendiri dan menciptakan rekor baru untuk Oceania. Target Tim akhirnya bisa terpenuhi dan merupakan awal yang baik di tahun 2016.

CQ WPX RTTY_OC Record

Gambar 1. YE1ZAT mengisi 2 slot Rekor Oceania untuk Multi-Operator pada Mode RTTY

Yang unik adalah perolehan skor yang diperoleh pada 2016 dengan kategori low power lebih tinggi dari pencapaian yang diperoleh pada 2007 dengan kategori berbeda di high power. Terlepas dari itu semua, tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi tim untuk bisa mempertahankan prestasi ini dan akhirnya bisa menciptakan rekor baru untuk Oceania.

Tinggal menunggu apakah pada mode SSB dan CW, YE1ZAT bisa mendapatkan hasil yang bagus sebagaimana halnya yang telah diperoleh untuk RTTY. Sebagai baseline, pada mode SSB dan CW, untuk kategori multi-one low power, YE1ZAT juga masih memegang Rekor Oceania yang kebetulan semuanya diperoleh pada 2015.

CQ WPX SSB 2016

Kans untuk memperbaiki rekor Oceania yang dibuat sebelumnya pada 2015 terbuka lebar bagi YE1ZAT.

CQ WPX SSB

Gambar 2. Rekor CQ WPX SSB untuk Oceania sampai 2015

Raw score yang diperoleh YE1ZAT pada 2016 melebihi pencapaian yang dilakukan oleh tim pada tahun sebelumnya. Meskipun baru raw score, namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, hasil tidak terlalu berbeda jauh. Reduksi skor pasti ada, namun mudah-mudahan reduksi yang terjadi masih dalam range sesuai prediksi sebagaimana hasil pada kontes sebelumnya.

Raw Score CQ WPX SSB 2016

Gambar 3. Raw score untuk Oceania pada SSB Multi-Single Low Power

CQ WPX CW 2016

Merupakan seri penutup untuk kontes CQ WPX di tahun 2016, sekaligus ajang silaturrahmi tim menjelang Bulan Ramadhan yang akan tiba beberapa hari sesudah kontes, seluruh angota tim YE1ZAT berkumpul kembali di Station GA Tambun untuk mode CW.

2 hari menjelang kontes berlangsung, pada tanggal 26 Mei 2016, YC1MR – OM Kasmuri dan YF1DO – OM Danu menyempatkan waktu berkunjung ke lokasi station untuk memastikan semua hardware dalam kondisi siap pakai, sekaligus melakukan setup pada software. Untung saja mereka berdua melakukan pre use check ini, karena pada salah satu sistem antenna ditemukan masalah sehingga penunjukan SWR sangat tinggi. Dari troubleshoot yang dilakukan, akhirnya OM Kasmuri menemukan pin pada male connector di transmission line patah, dan akhirnya penggantian dilakukan pada connector tersebut sehingga penunjukan SWR kembali ke normal.

YF1DO and YC1MR_cq wpx cw 2016

Gambar 4. Kiri ke kanan : YF1DO dan YC1MR melakukan pre use check 2 hari sebelum kontes

Pelaksanaan kontes sendiri pada kali ini benar-benar berjalan sesuai dengan rencana yang telah didiskusikan. 2 pesawat digunakan selama kontes. Pesawat pertama digunakan sebagai pesawat utama, dan pesawat kedua hanya digunakan untuk melakukan scan terhadap band dan multiplier. Operator pada pesawat kedua ini memegang peranan penting untuk memberitahukan kepada operator pesawat utama pada band mana seharusnya contest station bekerja sesuai dengan kondisi propagasi sekaligus melakukan scanning untuk mencari station multiplier baru.

Pada awalnya, untuk pesawat scan digunakan IC-7100, namun pada hari ke-2, tim mendapatkan kesempatan untuk mencoba pesawat baru IC-7300. Kebetulan salah seorang rekan ORARI Lokal Bekasi YC1LDZ – OM Dicky, yang baru membeli perangkat tersebut, berkenan untuk meminjamkan perangkatnya yang baru dibuka dari bungkus untuk dicoba pada kontes ini.  Seluruh anggota tim mengucapkan terima kasih untuk OM Dicky, atas peminjaman IC-7300 yang benar-benar masih dalam kondisi baru dibuka dari bungkus, dan dicoba pertama kali untuk kontes.

 YC1KAF_cq wpx cw 2016

Gambar 5. YC1KAF – OM Terry

IC 7300 for CQ WPX CW Contest

Gambar 6. Pesawat baru IC-7300 yang digunakan selama kontes

YD1JZ_cq wpx cw 2016

Gambar 7. YD1JZ – OM Joz melakukan scanning dengan IC-7300

YC1KAF_YC1ME_YC1DPM

Gambar 8. Kiri ke kanan : YC1KAF – YC1ME – YC1DPM

Di akhir kontes, tim berhasil memperoleh skor akhir yang sangat menggembirakan 3,947,467. Sunguh merupakan suatu pencapaian yang luar biasa meskipun masih berupa raw score. Pencapaian ini sekaligus juga menjawab pertanyaan salah seorang anggota tim YC1ME pada 2 minggu sebelum kontes berlangsung, yang menanyakan apakah mungkin tim bisa memperoleh skor di atas 3.5 juta pada low power dengan lokasi station yang sudah tidak lagi berada di Gunung Malang.

Dan apa yang sudah ditunjukkan oleh tim berupa perencanaan dan strategi yang baik, implementasi dari strategi, serta tentunya integritas seluruh anggota tim yang sangat tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi ORARI Lokal Bekasi dalam kontes kali ini telah menjawab pertanyaan dari YC1ME tersebut.

Raw Score_cq wpx cw 2016

Gambar 9. Detail pencapaian di akhir kontest CQ WPX CW 2016

Melihat dari pencapaian yang sudah diperoleh selama kontes, sesuai dengan rencana dan strategi yang didiskusikan di awal, tim memang sangat fokus pada low band mengingat pada band ini, poin lebih tinggi dibandingkan dengan high band. Bahkan saat 10 meter band cukup terbuka di hari pertama (Sabtu Sore), tim tidak terlalu antusias untuk mengejar pencapaian di band tersebut, sehingga pada saat yang bersamaan, dari hasil scanning pada pesawat ke-2 di mana 40 meter band mulai terbuka meskipun tidak terlalu banyak station bekerja saat itu, tim langsung berdiskusi dan memutuskan segera meninggalkan 10 meter band untuk CQ pada 40 meter band.

Hal ini cukup membuahkan hasil, meski di sela-sela local pirate station dengan power besar yang bekerja dengan phone pada segmen CW, perlahan mulai banyak station di 40 meter band yang bekerja dengan YE1ZAT. Memang kendala terbesar adalah keberadaan station yang bekerja dengan phone pada segmen CW tersebut, bahkan terkadang signal mereka menutup signal dari station yang bekerja dengan YE1ZAT di saat krusial, pertukaran report, sehingga tone dengan pesan NR ? atau AGN seringkali dikirimkan oleh operator pada saat bekerja di band ini. Namun kondisi ini tidak melemahkan semangat operator, dengan tetap fokus pada target yang harus dicapai sekaligus poin tinggi pada low band, operator tetap berusaha untuk bisa fokus bekerja di low band. Hasil yang diperoleh cukup membuktikan usaha ini.

Untuk 80 meter band, tidak banyak station yang bekerja dengan YE1ZAT, tercatat hanya 3 station pada log. Hal ini disebabkan kondisi band yang kurang begitu baik selama kontes berlangsung, sehingga tim segera mengambil keputusan untuk tidak fokus pada band ini agar tidak kehilangan peluang untuk mendapatkan poin dari band yang lain.

YC1KAF main_YC1ME scan

Gambar 10. Kiri ke kanan : YC1MR – YC1ME – YD1DGZ – YD1OLG – YF1DO – YC1KAF

Raw score telah dipublikasikan dan dengan pencapaian yang diperoleh oleh tim, peluang untuk memperbaiki Rekor Oceania atas nama sendiri sangat terbuka lebar dengan pencapaian ini.

CQ WPX CW

Gambar 11. Rekor Oceania untuk Multi-One Low sampai 2015 oleh YE1ZAT

Tidak hanya berpeluang untuk memperbaiki rekor sendiri, bahkan pada kontes kali ini, untuk kategori Multi-One Low, YE1ZAT menempati posisi ke-3 Dunia untuk perolehan skor sementara. Suatu prestasi yang membanggakan khususnya bagi anggota Amatir Radio di Lokal Bekasi. Semoga hasil akhir nanti tidak jauh berbeda dengan raw score yang sudah dipublikasikan.

World Standings CQ WPX CW 2016_Raw Score

Gambar 12. YE1ZAT Raw Score menempati posisi-3 dunia untuk Multi-One Low pada CQ WPX 2016

Harapan lainnya adalah, ke depan, Club Station ORARI Lokal Bekasi masih bisa terus exist dengan prestasi dan semoga juga bisa menjadi pemicu bagi Club Station Lokal Lain di Indonesia untuk juga makin banyak yang berkiprah pada ajang DX Contest.

Terima kasih juga untuk YD1DOQ – YL Oki, yang sudah membuat masakan Nasi Rawon selama kontes berlangsung dan juga YD1DGZ – OM Hendar yang terus menjamin persediaan logistik selama kontes berlangsung di sela-sela aktifitas sebagai operator.

OPERATORS :

  1. YC1DPM – OM Awi
  2. YC1KAF – OM Terry
  3. YC1ME – OM Mawan
  4. YC1MR – OM Kasmuri
  5. YF1DO – OM Danu
  6. YD1DGZ – OM Hendar
  7. YD1DOQ – YL Oki
  8. YD1JZ – OM Joz
  9. YD1OLG – OM Oleng

 

English Version :

 

YE1ZAT had just accomplished 3 DX Contests in 2016 and they were part of CQ WPX Contest Series. Starting with CQ WPX RTTY in the beginning of the year, followed by CQ WPX SSB in March 2016, and CQ WPX CW at the end of May 2016 thereafter. The three contests altogether were participated by YE1ZAT in the Multi-One Low Power Category.

Of all contests with different modes above in Multi-One Low Power category, YE1ZAT still hold Oceania All Time Records and made in 2015.

In 2016, followed by station relocation that formerly located in Gunung Malang, to Grin area (GA) Tambun, it certainly be interesting to see if this team could gain same achievement in the new station with sama category. Based on the condition, team  agreed to go through the contest with same category, targeting to improve own record and set new Oceania Record for Multi-One Low Category.

CQ WPX RTTY 2016

As predicted before, final score of this contest eventually brought YE1ZAT improving their own record as well as setting New Oceania All Time Record. Very good start in 2016.

Unique thing revealed achievement in 2016 with Low Power Category even higher than those being achieved in 2007 with High Power Category. Apart from all mentioned above, this certainly become a pride to the team member to maintain achievement and set New Oceania Record.

We will see if in other modes SSB and CW, YE1ZAT could gain same result as RTTY. For baseline, in SSB and CW, Multi-One Low Category, likewise, YE1ZAT still hold Oceania All Time Records set in 2015.

CQ WPX SSB 2016

Opportunity to improve Oceania Record made by YE1ZAT in 2015 was visible.

Raw score obtained by YE1ZAT in 2016 exceeded achievement made by team in the previous year. Despite of just a raw score being published, based on previous experience it should have reflected achievement as published for final with no big difference. Score reduction would certainly exist without no doubt, however, this reduction was expected to be within allowable range as predicted.

CQ WPX CW 2016

It was a closing contest of CQ WPX series in 2016, as well as team gathering moment prior to facing Holy Month Ramadhan in the next few days, all team member again got together in GA Station Tambun to take part in CW mode.

2 days prior to contest started, in May 26th 2016, YC1MR – OM Kasmuri and YF1DO – OM Danu spent their time to visit contest station and making necessary preparation for hardware and software to ensure that contest gear is ready. Fortunately, they came to verify things with pre use check, since they encountered problem on one of antenna system that exhibited high SWR. Further troubleshoot undertaken, OM Kasmuri eventually found broken pin of coax male connector, replacement was then carried out, hence SWR was just resumed back to normal.

The contest run as planned. 2 rigs were used in a contest. The first one was used as main rig while another one was used only for scanning on the bands as well as multipliers. 2nd rig operator played role in the game to inform main operator on which band should team worked based on propagation, likewise, scanned new multipliers worked during the period.

In the beginning of the contest, IC-7100 was used as 2nd rig, however, in Day-2, team had a chance to try newly launched rig IC-7300. It happened when one of Bekasi Chapter Member YC1LDZ – OM Dicky, was willing to lend his brand new rig and tested for contest purpose. Team was really grateful and would like to convey many thanks to OM Dicky for sort of opportunity in conducting equipment testing for contest.

At the end of contest, team could gain promising final score 3,947,467. It was a great achievement though still a raw score. This also answered a question raised by one of team member YC1ME 2 weeks prior to contest, whether team could get score above 3.5 millions with low power from station that no longer located in Gunung Malang.

What team had exhibited i.e. good planning and strategy, strategy implementation, and of course high integrity to deliver the best thing for ORARI, mainly Bekasi Chapter had answered sort of question eventually.

Raw Score_cq wpx cw 2016

What had been implemented and achieved during contest, was just exactly as planned and discussed in the beginning, where team paid focus on low band due to point wise. Even when 10 meters band was favorable in Day-1 (Saturday Evening), team did not expect to spend much time on this band. When scanning from 2nd rig revealed 40 m was open at the same time though not many stations working, snap decision was made by immediately switched the antenna to 40 meters and followed by CQ.

This attempt was successful. Despite the presence of local pirate station on 40 m with high power working with phone on CW segment, gradually YE1ZAT found many stations being worked. Well, that was a biggest handicap working on 40 with the presence of pirate station on phone, where sometimes their signal masked the station being worked in the very crucial moment, exchange report, resulted in too frequent tone sending with NR? or AGN sent by YE1ZAT Operator. However, this would not weaken spirit and team focus in having communication on low band. Resulted score had proven this.

On 80 meters, not many stations YE1ZAT worked with, only 3 stations being logged. This was due to unfavorable band condition during contest, therefore team took snap decision to leave this band right away in order not to loose points on other bands.

Raw score was just published and with kind of achievement, team might improve own record and set new Oceania All Time Records for Multi-One Low by YE1ZAT last year.

CQ WPX CW

Not only have a chance in improving own record, even for this contest, with Multi-One Low Category, for the time being YE1ZAT finished 3rd position on World Contest Standings. What a great achievement exhibited by ORARI – Bekasi Chapter in DX Contest, and hopefully final score would not be reduced too much.

World Standings CQ WPX CW 2016_Raw Score

Also, we expect this ORARI Club Station will still keep exist in the future with great achievement and triggering other chapters in Indonesia to take part in DX Contest.

Thanks to YD1DOQ – YL Oki, who cooked and served us with delicious Nasi Rawon during contest, and also YD1DGZ – OM Hendar who kept maintaining availability of logistic supply while sneaking as Contest Operator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: